Renungan, managerialJanuary 18, 2012 5:02 am

“Karakter adalah kekuatan untuk bertahan dimasa sulit”. Tentu saja yang dimaksud adalah karakter yang baik, solid, dan sudah teruji. Karakter yang baik diketahui melalui ”Respon” yang benar ketika kita mengalami tekanan, tantangan & kesulitan.

Karakter yang berkualitas adalah sebuah respon yang sudah teruji berkali-kali dan telah berbuahkan kemenangan. Seseorang yang berkali-kali melewati kesulitan dengan kemenangan akan memiliki kualitas yang baik. Tidak ada kualitas yang tidak diuji. Jadi jika ingin berkualitas, tidak ada cara yang lebih ampuh kecuali ’ujian’. Ujian bisa berupa tantangan, tekanan, kesulitan, penderitaan, hal-hal yang tidak kita sukai. Dan jika kita berhasil melewatinya, bukan hanya sekali tapi berkali-kali maka kita akan memiliki kualitas tersebut.

Karakter berbeda dengan kepribadian dan temperamen. Kepribadian adalah respon kita atau biasa disebut etika yang kita tunjukkan ketika berada di tengah-tengah orang banyak. Seperti cara berpakaian, berjabat tangan, berjalan atau tingkah laku di hadapan orang lain. Temperamen adalah sifat dasar kita yang dipengaruhi oleh kode genetika orang tua, kakek nenek, dan kakek buyut dan nenek buyut kita (3 generasi di atas kita). Sedangkan karakter adalah respon kita ketika sedang ’di atas’ atau ditinggikan. Apakah kita putus asa, sombong, atau lupa diri. Bentuk respon itulah yang kita sebut karakter.

Karakter terbentuk dengan paling sedikit 5 hal, yaitu:
1. Temperamen dasar kita (Dominance, Steadiness, Influence, Compliance).
2. Keyakinan kita (apa yang kita percayai, paradigma).
3. Pendidikan (apa yang kita ketahui, wawasan kita).
4. Motivasi hidup (apa yang kita rasakan, semangat hidup).
5. Pengalaman hidup kita (apa yang telah kita alami, masa lalu kita, pola asuh, lingkungan).

Beberapa karakter yang dapat membawa keberhasilan yaitu :
1. Empati (mengasihi sesama seperti diri sendiri).
2. Tahan uji (tetap tabah dan ambil hikmah kehidupan, dengan cara bersyukur dalam keadaan apapun).
3. Beriman (percaya bahwa Tuhan terlibat dalam kehidupan kita).

Ketiga karakter tersebut akan memampukan kita untuk berhasil. Empati akan menghasilkan hubungan yang baik, tahan uji akan melahirkan ketekunan dan kualitas, beriman akan membuat segala sesuatu menjadi mungkin.

Karakter dibentuk, tidak diciptakan. Dibentuk artinya harus melalui proses. Memang benar ada karakter dasar yang memuat kekuatan dan kelebihan kita. Namun untuk mengembangkan karakter, diperlukan ’character coach’ atau ’character mentoring’. Kita tidak dapat bertumbuh sendiri dalam karakter yang baik. Perlu seorang pembina, coach, mentor yang mengarahkan dan memberitahukan kekeliruan dan kelemahan-kelemahan karakter kita.
Menurut survey Robert Clinton (Finishing Well), seseorang yang sanggup mengakhiri hidupnya dengan baik karena dia memiliki paling sedikit 8 mentor selama hidupnya. Oleh karena itu, carilah dan temukan mentor bagi karakter kita. Mulailah dengan seorang mentor kemudian temukan mentor-mentor yang lain. Maka karakter kita pasti akan bertumbuh dan berkembang baik.

Lantas, bagaimana menemukan karakter kita?
Temukan temperamen dasar kita. Saat ini sudah ada teknologi yang dapat mengetahui dengan cepat bagaimana karakter kita melalui ’Foto Karakter’. Kami telah menguji dan terus menghubungkannya dengan keakuratan yang cukup terbukti.

managerial 3:30 am

Ada orang yang bekerja dengan kepandaian dan pengetahuannya (head), ada pula yang mengandalkan koneksinya. Namun semua itu tidak menjamin bahwa mereka dapat menikmati pekerjaannya, sampai mereka bekerja dengan hatinya (heart). Selain bisa menikmati yang dikerjakan, bekerja dengan sepenuh hati hasilnyapun akan maksimal.

Ketika kita bekerja dengan hati, kemauan kita akan lebih kuat. Pikiran kita akan semakin tajam, sehingga akan lebih produktif dibanding bekerja tanpa hati. Dorongan hatilah yang menggerakkan pikiran, kemauan dan tindakan kita.

Bagaimana bekerja dengan hati ? Mulailah dengan lima langkah berikut ini :

1. Tetapkan tujuan dalam hati.
Banyak tujuan yang bisa kita temukan ketika bekerja, mungkin untuk mendapatkan uang, pengalaman, posisi atau gengsi dan beberapa tujuan lainnya. Namun dalam persaingan bisnis yang ketat dan di tengah kesulitan akibat berbagai krisis, mereka yang bekerja digerakkan oleh tujuan-tujuan mulia yang lahir dari hati nurani, seringkali bertahan dan meraih sukses.

2. Temukan kepuasan dalam hati.
Kepuasan finansial, kepuasan karir dan kepuasan-kepuasan lain yang bersifat fisik, tidak ada habisnya sehingga seringkali membuat orang lupa diri dan terjebak dalam penyimpangan-penyimpangan bisnis yang akhirnya menimbulkan persoalan besar. Pencarian kepuasan batin atau hati akan menjaga seseorang melakukan cara-cara yang benar dan aman dalam berbisnis.

3. Bekerja dengan ketetapan hati yang teguh.
Halangan terbesar dalam bekerja adalah kondisi mental hati kita. Kurang antusias, kalah sebelum berperang, perasaan kurang mood dan berbagai kondisi mental yang melemahkan lainnya akan menjadi penghalang kesuksesan kita. Jika kita yakin terhadap motivasi hati kita yang bersih dan yakin dengan tujuan-tujuan mulia dalam hati kita, maka apapun halangannya akan dapat kita atasi dengan ketetapan hati yang teguh.

4. Bangun team dengan kesehatian.
Tidak ada orang yang bisa sukses maksimal dengan bekerja sendirian. Bekerjasama dengan team maka kita dapat mencapai hasil lebih maksimal. Team yang kuat, utuh solid dan kompak, hanya bisa diwujudkan melalui kesehatian satu sama lain.

5. Bekerja dengan sepenuh hati.
Apapun yang dikerjakan dengan sepenuh hati, keseriusan, fokus dan totalitas akan menghasilkan kualitas prima. Kesuksesan selalu diraih oleh mereka yang bekerja dengan segenap hatinya.

Renungan, managerialJanuary 17, 2012 2:27 am

Salam kasih,

Masalah yang dihadapi di dunia kerja tentu sangat kompleks. Terkadang masalah-masalah kecil dapat menjadi masalah besar karena masing-masing orang tidak mau mengalah atau mementingkan egonya sendiri-sendiri. Jika hal ini terjadi, suasana kerja pun menjadi tidak nyaman dan bisa menimbulkan rasa tidak betah untuk tetap bertahan di tempat kerja. Sebagai seorang Kristiani, apa yang seharusnya kita lakukan? Apakah kita harus tunduk secara total kepada atasan kita? Apa yang harus kita lakukan jika pekerjaan kita tidak lagi memuaskan? Mengapa konflik-konflik yang kita alami dalam kehidupan senantiasa datang silih berganti? Sajian berikut ini kiranya menolong kita untuk mengatasi masalah-masalah sikap di tempat kerja. Anda dapat menyimak bagaimana mengenali bos yang sesungguhnya, apa yang harus dilakukan bila pekerjaan tidak lagi memuaskan, dan mengatasi konflik dalam hidup sehari-hari. Jadi, jangan ragu-ragu lagi untuk membaca sajian kami. Tetap semangat dan tetap lakukan yang terbaik.

Pemimpin Redaksi e-Konsel,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://c3i.sabda.org/ >

CAKRAWALA: KENALI BOS YANG SESUNGGUHNYA

"Rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia." (Efesus 6:7)

Seandainya Anda mengadakan survei acak terhadap orang-orang yang bekerja, mungkin akan Anda temukan lebih dari separuh orang itu tidak betul-betul menyukai jabatan mereka. Bahkan, mungkin banyak yang mengatakan bahwa mereka benci dengan pekerjaan mereka. Mungkin itulah sebabnya, ide bekerja demi akhir pekan itu demikian populer dalam kebudayaan Amerika. Orang mau menghindar dari tempat kerja sesegera mungkin.

Sayangnya, sikap seperti itu bisa menggerogoti kemampuan seseorang untuk berprestasi di tempat kerjanya. Karyawan yang bersikap "aku tidak mau berada di sini", akan sering memilih bekerja secukupnya atau berupaya secukupnya. Mungkin Anda pun pernah merasa demikian dari waktu ke waktu.

Tetapi menurut Alkitab, bekerja secukupnya itu tidaklah cukup baik. Paulus membahas persoalan ini dengan pernyataan yang tegas terhadap jemaat di Efesus, di mana ia mendorong umat Kristiani untuk mengerjakan segalanya seolah-olah bekerja bagi Allah.

Evaluasikanlah kebiasaan kerja Anda. Apakah Anda muncul tepat pada waktunya di tempat kerja dan bekerja sesuai jam kerja Anda? Apakah Anda menggunakan waktu Anda dengan efisien? Apakah Anda terfokus kepada tugas yang ada di depan mata? Apakah Anda mengantisipasi masalah dan berupaya menghindarinya bila memungkinkan? Kalau Anda sudah melakukan semuanya itu, carilah cara-cara untuk melakukannya lebih baik lagi.

Mulailah berbicara positif tentang jabatan Anda. Kalau Anda sudah menyukai pekerjaan Anda, Anda sudah di jalur yang benar. Tetapi, apabila Anda kurang senang dengan jabatan Anda, mungkin sudah waktunya Anda mencari hal-hal yang positif. Jabatan tetap mana pun itu baik, sebab setidaknya itu membantu Anda untuk mendapatkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Hal baik apa lagi yang bisa Anda katakan tentang pekerjaan Anda? Temukanlah sebanyak mungkin. Lalu fokuslah kepada yang positif daripada yang negatif.

Renungkanlah maksud yang lebih besar dari jabatan Anda. Apakah perusahaan itu menghasilkan sesuatu yang memberikan nilai tambah bagi kehidupan orang lain? Sejauh produknya cocok dengan nilai-nilai Anda, bersemangatlah. Pandanglah gambaran yang lebih besar. Pandanglah peran Anda sebagai karyawan. Teladan Anda dalam bekerja bisa berbicara banyak kepada pemberi kerja Anda maupun sesama karyawan lainnya. Mungkin salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk membuat perbedaan adalah dengan menjadi teladan bagi orang lain.

Bekerja seolah-olah bagi Allah mungkin tampaknya berat, tetapi sangat besar upahnya. Siapa tahu, Anda mungkin dipilih untuk dipromosikan karena sikap kerja Anda yang baik. Pokoknya, jangan lupa siapa bos Anda sebenarnya — Allah.

Aplikasi: Saya akan…

a. merenungkan apa artinya bekerja seolah-olah bagi Allah (ya/tidak),
b. mengevaluasi sikap saya yang sekarang terhadap pekerjaan (ya/tidak),
c. fokus kepada aspek-aspek positif dari jabatan saya (ya/tidak),
d. mencari cara-cara untuk menjadi teladan yang baik di tempat kerja (ya/tidak),
e. menelaah gambaran yang lebih besar, yang berhubungan dengan jabatan saya dan bagaimana itu memengaruhi orang lain (ya/tidak),
f. mengejar kesempurnaan dalam segala hal yang saya kerjakan (ya/tidak), dan
g. belajar menyukai pekerjaan saya (ya/tidak).

Hal-hal yang harus dikerjakan:

a. Menciptakan pengingat yang mengatakan Allah itulah bos Anda dan memajangnya di rumah/tempat kerja untuk mengingatkan Anda, bagi siapa Anda sesungguhnya bekerja.

b. Membaca buku tentang kesempurnaan. Bandingkan wawasan yang Anda peroleh dari buku tersebut dengan pemahaman Anda akan perspektif Allah tentang kesempurnaan.

c. Berbicara dengan atasan dan menanyakan bagaimana Anda bisa lebih baik sebagai karyawan.

d. Membuat daftar sepuluh hal yang baik tentang jabatan Anda.

e. Menelepon seorang rekan sekerja dan meminta opininya tentang sikap umum Anda di tempat kerja.

f. Mendaftarkan diri dalam suatu kursus atau mencari sumber daya yang spesifik untuk meningkatkan keterampilan kerja Anda.

Hal-hal yang perlu diingat:
Matius 5:16, 2 Tesalonika 3:10, Kolose 3:17, Nehemia 6:3, Keluaran 20:9, dan 1 Tesalonika 4:11.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul asli buku: Checklist for Life
Judul buku: Panduan Hidup
Judul asli artikel: Kenali Boss yang Sesungguhnya
Penulis: Tidak dicantumkan
Penerjemah: Drs. Arvin Saputra
Penerbit: Interaksara, Batam
Halaman: 140 — 143

TELAGA: BILA PEKERJAAN TIDAK LAGI MEMUASKAN

Mencari pekerjaan yang ideal tidaklah mudah. Kerap kali kita harus puas dengan pekerjaan yang tersedia, kendati pekerjaan itu tidak terlalu kita sukai. Akibatnya, kita akan merasa jenuh dan tertekan. Pada akhirnya, kualitas karya kita pun merosot. Apa yang harus kita lakukan bila kita berada dalam kondisi itu?

a. Meski tidak menyukainya, kita tetap harus mengerjakan kewajiban kita sebaik-baiknya. Firman Tuhan mengingatkan, "Hai, hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:22, 23) Kita dipanggil untuk mengerjakan tugas kewajiban kita sebaik-baiknya, tidak peduli apakah kita menyukai pekerjaan itu atau tidak.

b. Kita dipanggil untuk bekerja, meski pekerjaan ideal yang kita idamkan belum terwujud. Firman Tuhan mengingatkan, "Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu dan tidak makan roti orang dengan percuma tetapi berusaha dan berjerih payah siang malam supaya jangan menjadi beban siapa pun di antara kamu." (2 Tesalonika 3:6-7)

c. Ada satu alasan mengapa Tuhan memerintahkan kita untuk bekerja, sekalipun kita belum memperoleh pekerjaan yang kita idamkan. Yang terutama, kita harus menjaga kesaksian hidup sebagai orang Kristen. Jangan sampai kita mencoreng nama Tuhan akibat kemalasan kita.

d. Tuhan memimpin kita sampai ke tempat tujuan (dalam hal ini, pekerjaan yang kita dambakan) melalui perjalanan karier, bukan melalui berdiam diri menantikan datangnya tawaran. Tidak jarang Tuhan mempertemukan kita dengan orang tertentu, yang akhirnya membukakan pintu bagi kita untuk masuk ke pekerjaan baru yang kita impikan. Juga, dengan terus bekerja, bukankah kita sesungguhnya tengah membangun tumpukan pengalaman kerja yang nantinya akan sangat bermanfaat untuk mendapatkan pekerjaan yang baru? Ingat, kita cenderung mengaryakan orang yang bekerja, bukan orang yang tidak bekerja. Jadi, apa pun pekerjaan itu, lakukanlah.

e. Ada kalanya Tuhan tidak memberikan pekerjaan yang kita inginkan karena Tuhan bermaksud lain, misalnya ada "tugas" yang belum terselesaikan, ada perubahan karakter yang perlu dipersiapkan, atau ada "bahaya" yang Tuhan perlu hindarkan dari kita.

Firman Tuhan, "Tetapi aku tetap dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan." (Mazmur 73:23-23)

Diambil dari:
Nama situs: TELAGA.org
Alamat URL: http://telaga.org/audio/bila_pekerjaan_tidak_lagi_memuaskan
Judul transkrip: Bila Pekerjaan Tidak Lagi Memuaskan (T176A)
Penulis: Pdt. Dr. Paul Gunadi
Tanggal akses: 1 November 2011

ULASAN BUKU: KONFLIK DALAM HIDUP SEHARI-HARI

Judul buku: Konflik dalam Hidup Sehari-Hari
Judul asli: –
Penulis/Penyusun: Robby L. Chandra
Penerjemah: –
Editor: –
Penerbit: Penerbit Kanisius, Yogyakarta 1992
Ukuran buku: 12,5 x 20 cm
Tebal: 142 halaman
ISBN: 979-413-820-7
Buku Online: –
Download: –

Dalam hubungan kita dengan sesama, tentu kita pernah mengalami konflik dengan sesama. Jika konflik-konflik itu tidak segera kita selesaikan, maka dapat memengaruhi hubungan kita dengan Tuhan. Untuk itu, kita harus bijak dalam mengelola konflik, sehingga konflik yang kita alami dapat berakhir dengan baik dan tidak meninggalkan dampak negatif. Robby I. Chandra, rohaniawan GKI Jabar, yang pernah menjabat sebagai dosen, konsultan manajemen, staf pengajar di Institut Manajemen Prasetya Mulya, sekaligus menjadi pembicara di bidang kepemimpinan, komunikasi, dan spiritualitas, menuliskan cara-cara mengelola dan mengatasi konflik melalui buku yang berjudul "Konflik dalam Hidup Sehari-hari". Buku ini memiliki 9 bab yang membahas tentang berbagai hal tentang konflik dan dibagi ke dalam 2 bagian.

Bagian Satu
a. Mengenal Konflik
b. Anatomi dan Unsur-unsur Konflik
c. Proses Konflik dan Komunikasi
d. Masalah Kekuasaan dan Situasi Konflik
e. Gaya dan Taktik dalam Berkonflik
f. Masalah Konflik di Indonesia

Bagian Dua
a. Bahasa, Pikiran, dan Penanggulangan Konflik
b. Analisis dan Diagnosis Konflik
c. Menangani Konflik secara Praktis

Melalui buku ini, Robby I. Chandra mengupas tentang konflik, yang dikaji mulai dari pandangan konflik, anatomi konflik, faktor-faktor penyebab konflik, landasan untuk memahami konflik, hingga cara-cara menanggulangi berbagai jenis konflik dengan metode-metode analisis yang sederhana. Tujuan ditulisnya buku ini adalah sebagai pengantar studi konflik, dilihat dari berbagai disiplin ilmu. Maka dari itu, Robby I. Chandra menyarankan agar buku ini digunakan sebagai landasan diskusi dan proses belajar terlebih dulu, sebelum dijadikan sebagai buku pegangan, khususnya dalam studi formal. Tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan hasil riset di luar negeri. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika penulis cukup banyak menggunakan istilah asing dalam menyampaikan penjelasannya. Meskipun demikian, penjelasan yang mudah dimengerti dan praktis tetap diberikan untuk mencegah timbulnya kesalahpengertian pembaca. Selain itu, buku ini banyak memberikan pengetahuan dan wawasan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Buku ini sangat baik untuk dijadikan pegangan bagi kaum awam, konselor, maupun mahasiswa psikologi. Anda ingin menang atas konflik? Temukan solusinya dalam buku ini!

Peresensi: Sri Setyawati

linuxJanuary 11, 2012 3:37 pm

http://www.cyberciti.biz/tips/linux-unix-bsd-openssh-server-best-practices.html

linuxDecember 26, 2011 12:06 pm

sftp iptujuan
Connecting to iptujuan…
The authenticity of host ‘iptujuan (x.x.x.x)’ can’t be established.
RSA key fingerprint is xxxxx
Are you sure you want to continue connecting (yes/no)? yes
Warning: Permanently added ‘iptujuan,ip’ (RSA) to the list of known hosts.
root@iptujuan’s password:
sftp> cd /backup
sftp> ls
cpbackup
sftp> cd cpbackup
sftp> ls
daily
sftp> cd daily
sftp> get clientku.tar.gz
Fetching /backup/cpbackup/daily/clientku.tar.gz to clientku.tar.gz

Untuk mengetahui command-commandnya:
sftp> help
Available commands:
cd path                       Change remote directory to ‘path’
lcd path                      Change local directory to ‘path’
chgrp grp path                Change group of file ‘path’ to ‘grp’
chmod mode path               Change permissions of file ‘path’ to ‘mode’
chown own path                Change owner of file ‘path’ to ‘own’
help                          Display this help text
get remote-path [local-path]  Download file
lls [ls-options [path]]       Display local directory listing
ln oldpath newpath            Symlink remote file
lmkdir path                   Create local directory
lpwd                          Print local working directory
ls [path]                     Display remote directory listing
lumask umask                  Set local umask to ‘umask’
mkdir path                    Create remote directory
progress                      Toggle display of progress meter
put local-path [remote-path]  Upload file
pwd                           Display remote working directory
exit                          Quit sftp
quit                          Quit sftp
rename oldpath newpath        Rename remote file
rmdir path                    Remove remote directory
rm path                       Delete remote file
symlink oldpath newpath       Symlink remote file
version                       Show SFTP version
!command                      Execute ‘command’ in local shell
!                             Escape to local shell
?                             Synonym for help

Dengan cara ini kita bisa melakukan backup antar server dengan mudah.

Kunjungi www.proweb.co.id untuk menambah wawasan anda.

mario teguhDecember 25, 2011 12:43 pm

Cara terbaik untuk membalas dendam terhadap orang yang menghina Anda, adalah menjadi lebih berhasil daripadanya.

Keberhasilan menyelesaikan banyak masalah Anda, dan - lucunya - menjadi masalah baru bagi orang yang membenci Anda.

Tapi, janganlah menjadikan kebencian orang lain sebagai penghalang keberhasilan Anda.

Apa pun kata orang lain, belajar dan bekerja keraslah untuk keberhasilan Anda.

Jangan marah, balaslah dengan keberhasilan..

Mario Teguh - Loving you all as always

linuxDecember 23, 2011 11:46 am

root@cyber /etc/sysconfig/network-scripts# vi ifcfg-eth0

root@cyber /# vi /etc/resolv.conf

clear
cat /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
cat /etc/sysconfig/network
cat /etc/resolv.conf

ifdown eth0
ifup eth0

ifconfig eth0 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255

ifconfig eth0 10.112.255.151 netmask 255.255.255.0 broadcast 10.112.255.255

I figured out how to set netmask and IP with ifconfig: ifconfig -a eth0 192.168.1.132 netmask 255.255.255.128 But how do I set the gateway IP with ifconfig

So I put "route add -net 192.168.1.0 netmask 255.255.255.128 gw 192.168.1.129 dev eth0"

and I get "SIOCADDRT: No such process"

route -n

route add default gw 192.168.1.129
route add default gw 10.112.255.254

tools command centos

ntsysv

system-config-network-tui

seting adira server

[root@localhost ~]# route -n
Kernel IP routing table
Destination     Gateway         Genmask         Flags Metric Ref    Use Iface
10.112.255.0    0.0.0.0         255.255.255.0   U     0      0        0 eth0
172.25.209.0    0.0.0.0         255.255.255.0   U     0      0        0 eth1
169.254.0.0     0.0.0.0         255.255.0.0     U     0      0        0 eth1
0.0.0.0         10.112.255.254  0.0.0.0         UG    0      0        0 eth0

[root@localhost ~]# cat /etc/iproute2/rt_tables
#
# reserved values
#
255    local
254    main
253    default
0    unspec
#
# local
#
#1    inr.ruhep
[root@localhost ~]#

echo "1 admin" >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route add 172.25.209.0/24 dev eth1 src 172.25.209.2 table admin
ip route add default via 172.25.209.254 dev eth1 table admin
ip rule add from 172.25.209.2/32 table admin
ip rule add to 172.25.209.2/32 table admin

ping -c 3 10.160.10.26

ping -c 3 10.160.10.25

ifconfig

route -n
cat /etc/iproute2/rt_tables

echo 201 ISP2 >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route replace 172.25.209.0/24 dev eth1 src 172.25.209.2 table ISP2
ip route add default via 172.25.209.254 table ISP2
ip route add 172.25.209.0/24 dev eth1 src 172.25.209.2
ip rule add from 172.25.209.2 table ISP2

route -n
cat /etc/iproute2/rt_tables

echo "1 gatewaybaru" >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route add 192.168.1.0/24 dev wlan0 src 192.168.1.110 table gatewaybaru
ip route add default via 192.168.1.1 dev wlan0 table gatewaybaru
ip rule add from 192.168.1.110/24 table gatewaybaru
ip rule add to 192.168.1.110/24 table gatewaybaru

route add default gw 192.168.1.1

linuxDecember 22, 2011 9:32 am

Terkadang dalam satu komputer / server kita membutuhkan penggunaan lebih dari satu Network Interfaces (kartu jaringan) yang menghubungkan 2 jaringan yang berbeda atau bahkan ISP yang berbeda
 
agar kedua jaringan tersebut dapat kita gunakan dengan baik, tentu saja kita membutuhkan kedua gateway tersebut agar dapat “Ngobrol” di kedua jaringan / ISP, teknik ini biasanya disebut Load Balancing.
 
+———————-+
|   Komputer/Server |
+———————-+
|______                |______
| Eth1   |               | Eth2 |
+——+               +——+
|                          |
|________            |________
| Switch |              | Switch |
+——–+             +——–+
|                                  |
|________________      |________________
| Router/Modem-1 |      | Router/Modem-2 |
+—————-+           +—————-+
|                                      |
|________________          |________________
| Jaringan/ISP-1 |             | Jaringan/ISP-2 |
—————-                  +—————-+

IP1 = IP untuk Eth1
IP2 = IP untuk Eth2
GW1 = Gateway IP untuk Router/Modem-1
GW2 = Gateway IP untuk Router/Modem-2
NW1 = IP Network untuk Eth1
NW2 = IP Network untuk Eth2
ISP1 = Nama Routing Table Untuk Jaringan/ISP-1
ISP2 = Nama Routing Table Untuk Jaringan/ISP-2

! dari mode text ketikan
 
echo 200 ISP1 >> /etc/iproute2/rt_tables
echo 201 ISP2 >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route replace NW1 dev eth1 src IP1 table ISP1
ip route replace NW2 dev eth2 src IP2 table ISP2
ip route add default via GW1 table ISP1
ip route add default via GW2 table ISP2
ip route add NW1 dev eth1 src IP1
ip route add NW2 dev eth2 src IP2
ip rule add from IP1 table ISP1
ip rule add from IP2 table ISP2

! tentukan prioritas dari masing-masing Interface dan atau Gateway :

ip route add default scope global nexthop via GW1 dev eth1 weight 5 nexthop via GW2 dev eth2 weight 5

 

penjelasan lain contoh

 

  • eth0 - 10.10.70.38 netmask 255.255.255.0
  • eth0’s gateway is: 10.10.70.254
  • eth1 - 192.168.7.126 netmask 255.255.255.0
  • eth1’s gateway is: 192.168.7.1

# netstat -anr
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags MSS Window irtt Iface
192.168.7.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth1
10.10.70.0 0.0.0.0 255.255.255.0 U 0 0 0 eth0
0.0.0.0 192.168.7.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth1

 

# echo "1 admin" >> /etc/iproute2/rt_tables

ip route add 10.10.70.0/24 dev eth0 src 10.10.70.38 table admin
ip route add default via 10.10.70.254 dev eth0 table admin

 

# ip rule show

0: from all lookup local
32766: from all lookup main
32767: from all lookup default

 

ip rule add from 10.10.70.38/32 table admin
ip rule add to 10.10.70.38/32 table admin

 

# ip rule show

 0: from all lookup local
32764: from all to 10.10.70.38 lookup admin
32765: from 10.10.70.38 lookup admin
32766: from all lookup main
32767: from all lookup default

 
===========================   sampel =====================================

echo 200 ISP1 >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route replace NW1 dev eth1 src IP1 table ISP1
ip route add default via GW1 table ISP1
ip route add NW1 dev eth1 src IP1
ip rule add from IP1 table ISP1

echo 201 ISP2 >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route replace NW2 dev eth2 src IP2 table ISP2
ip route add default via GW2 table ISP2
ip route add NW2 dev eth2 src IP2
ip rule add from IP2 table ISP2

echo "1 admin" >> /etc/iproute2/rt_tables
ip route add 172.25.209.0/24 dev eth1 src 172.25.209.2 table admin
ip route add default via 172.25.209.254 dev eth1 table admin
ip rule add from 172.25.209.2/32 table admin
ip rule add to 172.25.209.2/32 table admin

MIkrotikDecember 21, 2011 1:48 am

system reset-configuration

system export file=rb750-std-valdo-ippublic

system backup save name=rb70-std-valdo-ippublic

file print

system default-configuration print

Q

cisco 1:44 am

Berikut ini memberikan password “cracker” pada console dan enable password

Router (config)# line con 0
Router (config-line)# password cracker
Router (config-line)# login

Command berikut mensetting password “cracker” untuk semua koneksi VTY pada router Cisco dan juga enable password

Router (config)# line vty 0 4
Router (config-line)# password cracker
Router (config-line)# login

Router (config)#int e0
Router (config-if)#ip address 192.168.200.101 255.255.255.0
Router (config-if)#no shutdown

Router#configure terminal
Router(config)#interface fa0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip address 192.168.10.254 255.255.255.0

Buat list dengan menambahkan entry dengan command “access-list”, pada contoh berikut ini melewatkan semua traffic keluar dari semua IP address kecuali traffic dari network 10.0.0.0, dan list diterapkan pada interface Ethernet E0

Router (config) #access-list 1 deny 10.0.0.0 0.255.255.255
Router (config) #access-list 1 permit any
Router (config) #int e0
Router (config-if) #ip access-group 1 out

Pada contoh berikut membuat sebuah standard IP access list yang menolak semua traffic kecuali traffic dari host 10.12.12.16, dan diterapkan pada interface Serial 0
Router (config) #access-list 2 permit 10.12.12.16
Router (config) # int s0
Router (config-if) #ip access-group 2 in

Semua access list yang ada pada router     
Show run
Show access-list

Semua access list yang ditetapkan pada suatu interface     
Show ip int
Show run

Semua informasi traffic yang ditolak     
Show log

IP access list yang dikonfigurasikan pada router     
Show run
Show ip access-lists

IPX access list yang dikonfigurasikan pada router     
Show run
Show ipx access-lists

===================================   switch   ===========================================

Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 10 name Dosen
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fa0/1 -> Menuju router
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fa0/2 -> Menuju PC Dosen
Switch(config-if)#switchport access vlan 10
Switch(config-if)#exit