artikelApril 27, 2007 6:30 am

sumber : http://www.informatika.lipi.go.id/sistem-pendukung-e-learning-di-web 

Pertumbuhan teknologi internet memberikan kesempatan untuk diaplikasikan dalam berbagai bidang termasuk pendidikan tinggi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam makalah ini, kami membahas tentang faktor-faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika kita membangun sistem pendukung distance learning menggunakan teknologi internet atau web, dan juga perlu kita pertimbangkan tentang Open Source yang diimplementasikan untuk membuat sistem dengan biaya rendah tanpa menurunkan performansinya dan keandalannya

Sejalan dengan kemajuan teknologi jaringan dan perkembangan internet, memungkinkan penerapan teknologi ini di berbagai bidang termasuk di bidang pendidikan atau latihan.
Di masa datang penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan latihan akan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan, terutama di Indonesia yang wilayahnya tersebar di berbagai daerah yang sangat berjauhan. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja.
Pada paper ini dibahas hal-hal yang diperlukan dalam penerapan teknologi internet untuk bidang pendidikan.

Aplikasi Web
Web merupakan salah satu tekonologi internet yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning).
Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Synchronous System
    Aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.
  • Asynchronous System
    Aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

Dengan fasilitas jaringan yang dimiliki oleh berbagai pendidikan tinggi atau institusi di Indonesia baik intranet maupun internet, sebenarnya sudah sangat mungkin untuk diterapkannya sistem pendukung e-Learning berbasis Web dengan menggunakan sistem synchronous atau asynchronous, namun pada dasarnya kedua sistem diatas biasanya digabungkan untuk menghasilkan suatu sistem yang efektif karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Dibeberapa negara yang sudah maju dengan kondisi infrastruktur jaringan kecepatan tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi multimedia secara waktu nyata seperti video conference untuk kepentingan aplikasi e-Learning, tetapi untuk kondisi umum di Indonesia dimana infrastruktur jaringannya masih relatif terbatas akan mengalami hambatan dan menjadi tidak efektif. Namun demikian walaupun tanpa teknologi multimedia tersebut, sebenarnya dengan kondisi jaringan internet yang ada sekarang di Indonesia sangat memungkinkan, terutama dengan menggunakan sistem asynchronous ataupun dengan menggunakan sistem synchronous seperti chatting yang disesuaikan dengan sistem pendukung pendidikan yang akan dikembangkan.

Sistem Pendukung Pendididikan
Dengan adanya sistem ini proses pengembangan pengetahuan tidak hanya terjadi di dalam ruangan kelas saja dimana secara terpusat guru memberikan pelajaran secara searah, tetapi dengan bantuan peralatan komputer dan jaringan, para siswa dapat secara aktif dilibatkan dalam proses belajar-mengajar. Mereka bisa terus berkomunikasi sesamanya kapan dan dimana saja dengan cara akses ke sistem yang tersedia secara online. Sistem seperti ini tidak saja akan menambah pengetahuan seluruh siswa, akan tetapi juga akan turut membantu meringankan beban guru dalam proses belajar-mengajar, karena dalam sistem ini beberapa fungsi guru dapat diambil alih dalam suatu program komputer .
Disamping itu, hasil dari proses dan hasil dari belajar-mengajar bisa disimpan datanya di dalam bentuk
database, yang bisa dimanfaatkan untuk mengulang kembali proses belajar-mengajar yang lalu sebagai rujukan, sehingga bisa dihasilkan sajian materi pelajaran yang lebih baik lagi.

IT / Komputer 5:59 am

Catatan PHP

#   case

$nama_hari = date("1");
    switch ($nama_hari)
    {
      case "Sunday" :
        print("Minggu");
        break;
      case "Monday" :
        print("Senin");
        break;
      case "Tuesday" :
        print("Selasa");
        break;
      case "Wednesday" :
        print("Rabu");
        break;
      case "Thursday" :
        print("Kamis");
        break;
      case "Friday" :
        print("Jumat");
        break;
      default :
        print("Sabtu");
    

#   for

    for ($bilangan = 1; $bilangan <= 25; $bilangan++)
      print("$bilangan <BR>\n");
 

#    do while

    $bilangan = 1;
    do
    {
      print("$bilangan <BR>\n");

      $bilangan++;
    } while ($bilangan < 26);

 # penggunaan hari

   $nama_hari = date("1");
    if ($nama_hari == "Sunday")
      print("Minggu");
    elseif ($nama_hari == "Monday")
      print("Senin");
    elseif ($nama_hari == "Tuesday")
      print("Selasa");
    elseif ($nama_hari == "Wednesday")
      print("Rabu");
    elseif ($nama_hari == "Thursday")
      print("Kamis");
    elseif ($nama_hari == "Friday")
      print("Jumat");
    else
      print("Sabtu");

 

#   Pengurutan / sort

    $buah1[0] = "11 Nanas";
    $buah1[1] = "1 Nanas";
    $buah1[2] = "2 Nanas";
    $buah1[3] = "12 Nanas";

    print("Data Asli : <BR>\n");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah1) )
    {
       print("$nilai <BR>\n");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan sort
    $buah2 = $buah1;
    sort($buah2);

    print("Hasil sort : <BR>\n");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("$nilai <BR>\n");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan natsort
    $buah2 = $buah1;
    natsort($buah2);

    print("Hasil natsort : <BR>\n");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("$nilai <BR>\n");
    }

    print("<BR>\n");

 

#  Pengurutan data

    $buah1["A"] = "Nanas";
    $buah1["E"] = "Pepaya";
    $buah1["C"] = "Mangga";
    $buah1["F"] = "Apel";

    print("Data Asli : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah1) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan asort
    $buah2 = $buah1;
    asort($buah2);

    print("Hasil asort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan arsort
    $buah2 = $buah1;
    arsort($buah2);

    print("Hasil arsort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan krsort
    $buah2 = $buah1;
    krsort($buah2);

    print("Hasil krsort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan rsort
    $buah2 = $buah1;
    rsort($buah2);

    print("Hasil rsort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan sort
    $buah2 = $buah1;
    sort($buah2);

    print("Hasil sort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");

    // Pengurutan dengan ksort
    $buah2 = $buah1;
    ksort($buah2);

    print("Hasil ksort : ");
    while ( list($indeks, $nilai) = each($buah2) )
    {
       print("[$indeks] -> $nilai ");
    }

    print("<BR>\n");
 

 

Sorting/pengurutan adalah teknik atau cara untuk mengurutkan suatu deretan data. Teknik atau algoritma untuk melakukan pengurutan, sesungguhnya ada beberapa, salah satunya: Selection Sort. Selection Sort salah satu algoritma pengurutan yang mudah untuk dipelajari.
Konsep dasarnya yaitu : “Melakukan pencarian data terkecil/terbesar pada suatu iterasi. Kemudian data tersebut ditukar dengan data[index]. index=iterasi. Jumlah iterasi ditentukan oleh banyaknya data atau ‘N’. Iterasi=N-1.”
Sebagai contoh penggunaan algoritma selection sort, kita gunakan PHP, sebagai berikut :

 

<html>
<head><title>$ Sorting Algorithm $</title></head>

<body>
<h2>Algoritma Selection Sort</h2>
<font size=4>
<?PHP
//data awal
$data[0]=5; $data[3]=7;
$data[1]=2; $data[4]=6;
$data[2]=4; $data[5]=3;
echo"<b>Jumlah Data : 6</b><br>";
echo"<b>Data Awal : </b>";
//menampilkan data awal
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
echo"<br><br>";
//——–Algoritma Selection Sort
for($j=0;$j<=5-1;$j++)
{
$BilMin=$data[$j];
for($k=$j+1;$k<=5;$k++)
{
if($data[$k]<$BilMin)
{
$BilMin=$data[$k];
$Posisi=$k;
}
//Algo Tukar…
$Temp=$data[$j];
$data[$j]=$data[$Posisi];
$data[$Posisi]=$Temp;
}
//menampilkan data tiap Iterasi
$NoIte=$j+1;
echo"Iterasi ke-$NoIte : ";
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
echo"<br>";
//——-
}
?>
</font>
</body>
</html>

 

 Tingkat kehandalan suatu algoritma, diukur berdasarkan seberapa baik algoritma itu melakukan pengurutan, dan seberapa cepat prosesnya dilakukan. Shell Sort, salah satu algoritma pengurutan yang lebih handal dibandingkan Selection Sort dan Bubble Sort.
Kehandalannya yaitu : “Membagi deret data menjadi dua bagian. Masing-masing bagian diurutkan menggunakan Bubble Sort. Tidak menggunakan iterasi melainkan increment. Perulangan diakukan sesuai nilai increment.”
Sebagai contoh penggunaan algoritma shell sort, kita gunakan PHP, sebagai berikut :


<html>
<head><title>$ Sorting Algorithm $</title></head>
<body>
<h2>Algoritma Shell Sort</h2>
<font size=4>
<?php
$size=6;
//data awal
$data = array(0,1,2,3,4,5);
$data[0]=5; $data[3]=7;
$data[1]=2; $data[4]=6;
$data[2]=4; $data[5]=3;
echo("<b> Jumlah Data : 6</b><br>");
echo("<b> Data Awal :</b>");
tampildata();echo"<br>";
$increment=$size/2;
while($increment>0)
{
echo"<b>Increment Ke-$increment :</b><br>";
for($i=$increment;$i<$size;$i++)
{
$j = $i;
$temp = $data[$i];
while(($j>=$increment)&&($data[$j-$increment]>$temp))
{
$data[$j]=$data[$j-$increment];
$j=$j-$increment;
}
$data[$j]=$temp;
echo"<font color=’green’>";tampildata();echo"</font><br>";
}
if ($increment == 2)
$increment = 1;
else
$increment = round($increment/2.2);
}
echo"<font color=’navy’><b>Hasil Akhir : ";
tampildata();echo"<b></font><br>";
//fungsi menampilkan data
function tampildata()
{
global $data;
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
}
//=======================
?>
</font>
</body>
</html>

 

 

Teknik pengurutan/sorting selain Selection Sort yaitu: Bubble Sort. Bubble Sort juga salah satu algoritma pengurutan yang mudah untuk dipelajari.
Konsep dasarnya yaitu : “Melakukan pembandingan antara ’data[n] dengan data[n+1]’ atau antara ’data[n] dengan data[n-1]’ kemudian jika lebih kecil/besar dilakukan pertukaran. Pada setiap iterasi dapat terjadi beberapa kali pertukaran atau tidak sama sekali. Jumlah iterasi ditentukan oleh banyaknya data atau ‘N’. Iterasi=N-1.”
Sebagai contoh penggunaan algoritma bubble sort, kita gunakan PHP, sebagai berikut :


<html>
<head><title>$ Sorting Algorithm $</title></head>
<body>
<h2>Algoritma Bubble Sort</h2>
<font size=4>
<?PHP
//data awal
$data[0]=5; $data[3]=7;
$data[1]=2; $data[4]=6;
$data[2]=4; $data[5]=3;
echo"<b>Jumlah Data : 6</b><br>";
echo"<b>Data Awal : </b>";
//menampilkan data awal
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
echo"<br><br>";
//——–Algoritma Bubble Sort
for($j=0;$j<=4;$j++)
{
for($k=4;$k>=$j;$k–)
{
if($data[$k]>$data[$k+1])
{
//Algo Tukar…
$Temp=$data[$k];
$data[$k]=$data[$k+1];
$data[$k+1]=$Temp;
}
//menampilkan data tiap Iterasi
$NoIte=$j+1;
echo"Iterasi ke-$NoIte : ";
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
echo"<br>";
//——-
}
echo"<br>";
}
?>
</font>
</body>
</html>

 

 

Selain algoritma pengurutan Selection Sort, Bubble Sort, dan Shell Sort yang telah kita pelajari beberapa waktu yang lalu, masih ada yang lain. Algoritma Insertion Sort, sekilas algoritma ini tidak jauh berbeda dengan Bubble Sort, namun sesungguhnya berbeda.
Konsep dasarnya yaitu :
“Menyisipkan sebuah angka ke posisi yang diinginkan. Angka yang disisipkan sesuai dengan urutan iterasinya. Jumlah iterasi ditentukan oleh banyaknya data atau ‘N’. Iterasi=N”
Sebagai contoh penggunaan algoritma Insertion Sort, kita gunakan PHP, sebagai berikut :

<html>
<head><title>$ Sorting Algorithm $</title></head>
<body>
<h2>Algoritma Insertion Sort</h2>
<font size=4>
<?php
$size=6;
//data awal
$data=array(0,1,2,3,4,5);
$data[0]=5; $data[3]=7;
$data[1]=2; $data[4]=6;
$data[2]=4; $data[5]=3;
echo("<b>Jumlah Data : 6</b><br>");
echo("<b>Data Awal :</b>");
tampildata();
insert_sort();
echo"<font color=’navy’><b>Hasil Akhir : ";
tampildata();echo"<b></font><br>";
//fungsi menampilkan data
function tampildata()
{
global $data;
for($i=0;$i<=5;$i++)
{
echo"$data[$i] ";
}
echo"<br>";
}
//=======================
function insert_sort()
{
global $data,$size;
for($i=0;$i<=$size-1;$i++)
{
$value=$data[$i];
$j=$i-1; $NoIte=$i+1;
echo"<font color=’navy’>";
echo"Iterasi Ke-$NoIte : ";
tampildata();
echo"</font>";
while(($j>=0)&&($data[$j]>$value))
{
//menyisipkan data sesuai iterasi
$data[$j+1]=$data[$j];
$j=$j-1;
$data[$j+1]=$value;
tampildata();
}
}
}
?>
</font>
</body>
</html>

 

 sumber : http://yunanto.wordpress.com/2008/03/28/algoritma-selection-sort/

artikel 4:51 am

Sistem Informasi

Sampai saat ini belum ada kesepakatan terhadap istilah sistem informasi; beberapa penulis cenderung memilih istilah-istilah seperti ’sistem pengolahan informasi’, ’sistem informasi manajemen’, ’sistem informasi /keputusan’, atau sekedar ’sistem informasi’, yang perlu diingat adalah bahwa  sistem pengolahan informasi berdasarkan komputer, dirancang untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan keputusan sebuah organisasi.

Definisi sistem informasi secara umum adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (integrated) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini  menggunakan:

  •  perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer,
  •  prosedur/pedoman,  
  •  model  manajemen dan keputusan,
  •  sebuah basis data (database).

Pada dasarnya orang dapat membahas suatu sistem informasi tanpa komputer, tetapi adalah kemampuan komputer yang membuat suatu sistem informasi terwujud lebih efisien. Persoalannya bukan dipakai atau tidaknya komputer dalam sebuah sistem informasi, tetapi adalah sejauh mana berbagai proses akan dikomputerkan. Perlu diketahui bahwa gagasan suatu informasi berdasarkan komputer tidak berarti otomasi total.

Pupy LINUX 3:40 am

Instalasi program di Pupy selain file tar gz juga ada file .pup ( dot pup ), cara instalasinya sama seperti windows, kamu tinggal klik doank di filenya 1 x, terus dia ektrak sendiri ( beda dengan tar gz agak ribet ).

terus jangan lupa restart xwin-nya ( jangan reboot ulang kelamaan ) nanti biasanya langsung keluar di desktop GUI nya, kadang kamu musti cek di direktori  /root/my-roxapps atau /root/my-applications.
 

Pupy LINUX 3:23 am

Gimana buat web server, ftp server dan mysql server di puppy ?

Gampang kok kita bisa download xampp tar gz terus kita jalanin console di puppy linux

terus ketikin deh

# tar xvfz /mnt/sdc1/xamp……..tar.gz -C /opt

anggap file xampp tar gz nya ada di flash disk setelah di mount ada di mnt/sdc1,
nanti dia extrak semua file ke direktori /opt disana akan ada direktori lampp

jalaninnya ketik :

# /opt/lampp/lampp start