RenunganNovember 25, 2008 12:37 am

Apa tujuan hidup Anda? cobalah sejenak memikirkan, merenungkan, dan
menggumuli pertanyaan itu. Itu penting agar hidup kita tidak seperti
layangan putus, terombang-ambing.

Tuhan menciptakan dan memberi kita hidup, tentunya tidak sekedar untuk
mati. Pasti ada misi bagi kita. Ada dua misi, yaitu misi individual
dan misi universal. Misi universal yang berlaku bagi semua orang
percaya adalah menjadi garam dan terang dunia.

Garam dapat mencegah pembusukan daging dan memberi cita rasa pada
makanan. Orang romawi dulu bahkan menganggap garam sebagai benda
paling bersih dan jernih, karena berasal dari dua benda yang juga
paling bersih dan jernih, yaitu matahari dan laut. Karena itu, garam
selalu dihubungkan dengan kemurnian.

Adapun Terang memampukan kita untuk membedakan jalan yang benar dan
salah. Terang juga dapat menjadi alat penyelamatan. Dan banyak lagi
manfaat terang. Bahkan sesungguhnya, tapa terang dunia, tidak akan
pernah ada kehidupan.

Itulah misi kita yang sesungguhnya, menjadi garam dan terang. Apakah
orang-orang di sekitar kita betul-betul bersyukur dengan kehadiran
kita? Pertanyaan ini baik menjadi bahan intropeksi kita, untuk menilai
sejauh mana kita sudah mengemban misi kita.

Ada seorang yang sejak muda sangat gigih untuk mengejar keberhasilan.
Dan betul, ia berhasil. Ia tidak saja menjadi orang sangat kaya, tapi
juga pandai dan punya jabatan tinggi. Semua orang terkagum-kagum
dengan kesuksesannya. Tetapi, ketika ia sudah tua dan pensiun, ia
menengok kehidupan yang sudah ia jalani, dan merasa sangat hampa.
"Semua itu seperti usaha menjaring angin," katanya mengutip kitab
Pengkhotbah, "sia-sia di atas segala kesia-siaan.

"

Kita semua pada dasarnya sedang menunggu giliran untuk bertemu dengan
kematian. Hari ini si Polan, kemarin si Pulin, besok entah siapa lagi.
Suatu saat akan tiba giliran kita. Entah kapan, tetapi pasti.
Pertanyaannya, apa yang akan dikenang orang ketika kita tiada? Akankah
kita hilang dan dilupakan?

Ada cerita tentang seorang pria yang mempunyai 4 istri. Suatu saat
pria itu sakit parah, dan sudah hampir mati. Ia ingin istrinya
menemani sampai pada kematiannya. Maka, dipanggillah istri ke empat,
wanita yang cantik jelita dan seksi. "Istriku, aku akan mati. Temani
aku, sampai aku mati," pintanya.

"Menemanimu sampai mati? Tidak, aku tidak mau," jawab si istri sambil
pergi tanpa menoleh lagi kepadanya.

Istri ketiga dipanggil, wanita dengan berpenampilan modis dan trendi.
Permintaan yang sama dia ajukan. "Apa? Menemanimu sampai mati?"
sahutnya. "Tidak mau. Lebih baik aku menikah lagi."

Istri kedua dipanggil, wanita berpenampilan biasa. Kepadanyalah sang
suami sering meminta pendapat tentang berbagai hal. "Istriku, tak lama
lagi aku akan mati, aku ingin sekali kamu ikut denganku," pinta si suami.

"Aku tidak bisa sekalipun aku mau," jawab si istri. "Aku hanya bisa
menemanimu sampai lubang kubur."

Terakhir, Istri pertama, wanita sederhana. Permintaan yang sama
diajukan padanya, "Suamiku," jawab sang istri. "Tidak usah khawatir.
Tanpa kamu minta, aku akan menyertaimu selamanya, bahkan sampai pada
kematianmu."

Pada dasarnya, kita memiliki empat "istri". Yang pertama, tubuh
jasmani kita. Betapa pun baiknya kita menjaga dan merawatnya, tubuh
jasmani akan meninggalkan kita, hilang tanpa bekas. Yang kedua adalah
kekayaan dan jabatan. Ketika meninggal, kita tidak akan membawanya
serta, dan justru akan beralih keorang lain. Ketiga adalah
teman-teman, kerabat dekat, dan keluarga kita; seberapa pun besarnya
kasih sayang mereka kepada kita, mereka hanya bisa mengantar kita
sampai ke lubang kubur, tidak lebih. Yang keempat adalah iman dan
karya kita selama hidup didunia, yang akan menyertai kita sampai mati.

Maka, benarlah kata pepatah, gajah mati meninggalkan gading, harimau
mati meninggalkan belang, sedang manusia mati meninggalkan karya;
Karya untuk Tuhan dan sesama. Dengan menjadi garam dan terang dunia;
kita dapat membuat dunia ini lebih baik.

Sumber:
http://renungan-harian-kita.blogspot.com/

UmumNovember 2, 2008 4:07 am

diambil dari renungan harian on line

Bacaan bagi yang, SEDANG MENCARI PASANGAN, TELAH MEMPEROLEH PASANGAN
dan TELAH MENIKAH.

Alkisah seorang raja yg kaya raya & sangat baik. Ia mempunyai banyak
sekali emas & kuningan. Karena terlalu banyak sehingga antara emas &
kuningan tercampur menjadi satu.

Suatu hari raja yg baik hati ini memberikan hadiah emas kepada seluruh
rakyatnya. Dia membuka gudangnya lalu mempersilahkan rakyatnya
mengambil kepingan emas terserah mereka. Karena antara emas & kuningan
tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali dibedakan mana yg emas &
mana yg kuningan, lalu mana yg emasnya 24 karat & mana yg emasnya
hanya 1 karat.

Namun karena ada peraturan dari Sang Raja, yaitu bila mereka sudah
MEMILIH & MENGAMBIL SATU dari emas itu, mereka tidak boleh
mengembalikannya lagi.

Tetapi raja menjanjikan bagi mereka yg mendapat emas hanya 1 karat
atau mereka yg mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja di kebun
raja & merawat pemberian raja itu dengan baik, maka raja AKAN MENAMBAH
& MEMBERIKAN KADAR KARAT itu sedikit demi sedikit.

Mendengar itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.
Mereka datang dari penjuru tempat dan satu persatu dari mereka dengan
berhati-hati mengamat-amati benda-benda itu. Waktu yg diberikan kepada
mereka semua ialah SATU SETENGAH HARI, dengan perhitungan SETENGAH
HARI UTK MEMILIH, SETENGAH HARI UTK MERENUNGKAN & SETENGAH HARI LAGI
UTK MEMUTUSKAN.

Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tsb. Karena
tidak jarang terjadi perebutan emas yg sama diantara mereka. Selama
proses pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kpd
salah seorang rakyatnya, "Apa yg kau amat-amati, sehingga satu
setengah hari kau habiskan waktumu di sini?"

Jawab orang itu: "Tentu saja aku harus berhati-hati, aku harus
mendapatkan emas 24 karat itu."

Lalu tanya prajurit itu lagi: "Seandainya emas 24 karat itu tidak
pernah ada, atau hanya ada satu diantara setumpuk emas ini, apakah
engkau masih saja mencarinya? Sedangkan waktumu sangat terbatas?"

Jawab orang itu lagi: Tentu saja tidak, aku akan mengambil emas
terakhir yg ada ditanganku begitu waktuku habis."

Lalu prajurit itu berkeliling & ia menjumpai seorang yg tampan,
melihat perangainya ia adalah seorang kaya. Bertanyalah prajurit itu
kepadanya, "Hai orang kaya apa yg kau cari di sini.Bukankah engkau
sudah lebih dari cukup?"

Jawab orang kaya itu, "Bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa
mengambil emas ini tentu saja itu berarti menambah keuntunganku. "

Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka
tampak olehnya seseorang yg sejak satu hari ia selalu menggenggam
kepingan emasnya. Lalu dihampirinya orang itu, "Mengapa engkau diam di
sini? Tidakkah engkau memilih emas-emas itu? Atau tekadmu sudah bulat
untuk mengambil emas itu?’

Mendengar perkataan prajurit itu,orang ini hanya diam saja. Maka
prajurit bertanya lagi, "Atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat,
sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yg lain?"

Orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran. Lalu ia lebih
mendekat lagi, "Tidakkah engkau mendengar pertanyaanku? "

Sambil menatap prajurit, orang itu menjawab: "Tuan,saya ini orang
miskin. Saya tidak pernah tahu mana yg emas & mana yg kuningan. Tetapi
HATI SAYA MEMILIH EMAS INI, saya pun tidak tahu berapa kadar emas ini.
Atau jika ternyata emas ini hanya kuningan pun saya juga tidak tahu."

"Lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka atau
kepadaku kalau engkau tidak tahu." Tanya prajurit itu lagi.

"Tuan, emas & kuningan ini milik raja. Jadi menurut saya hanya raja yg
tahu mana yg emas & mana yg kuningan, mana yg 1 karat & mana yg 24
karat. Tetapi satu hal yg saya percaya, janji raja untuk mengubah
kuningan menjadi emas, itu yg lebih penting." Jawabnya lugu.

Prajurit ini semakin penasaran, "Mengapa bisa begitu?"

"Bagi saya berapa pun kadar emas ini cukup buat saya. Karena kalau
saya bekerja, saya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membeli emas
Tuan."

Prajurit tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia
melanjutkan perkataannya, "Lagipula Tuan, peraturannya saya tidak
boleh menukar emas yg sudah saya ambil. Tidakkah engkau mengambil
emas-emas yg lain & menukarnya sekarang selagi masih ada waktu?" Tanya
prajurit lagi.

"Saya SUDAH MENGGUNAKAN WAKTU ITU, kini waktu setengah hari terakhir
saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan. Jika saya GANTIKAN EMAS
INI DENGAN YANG LAIN, BELUM TENTU SAYA MENDAPAT YG LEBIH BAIK DARI
PUNYA SAYA INI. Saya memutuskan untuk mengabdi pada raja & merawat
milik saya ini, untuk menjadikannya emas yg murni."

Tak lama lagi lonceng istana berbunyi, tanda berakhir sudah kegiatan
mereka. Lalu raja keluar & berdiri ditempat yg tinggi sambil berkata,
"Wahai rakyatku yg kukasihi. Semua emas yg kau genggam itu adalah
hadiah yg telah kuberikan. Sesuai dengan perjanjian, tidak seorang pun
diperbolehkan menukar atau pun menyia-nyiakan hadiah itu. Jika
didapati hal di atas maka orang itu akan MENDAPAT HUKUMAN karena ia
tidak menghargai raja."

Kata-kata raja itu disambut hangat oleh rakyatnya. Lalu sekali lagi di
hadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal, "Dan
ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu. Hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan. Dan
hanya akulah yg dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yg
memilikinya. Selama satu setengah hari, setengah hari yg kedua yaitu
saat kuberikan waktu kepada kalian semua untuk merenungkan pilihan,
kalian kutunggu untuk datang kepadaku menanyakan perihal emas itu.
Tetapi sayang sekali, hanya 1 orang yg datang kepadaku untuk
menanyakannya. "

Demikianlah raja yg baik hati & bijaksana itu mengajar rakyatnya. Dan
selama bertahun-tahun ia dengan sabar menambah karat satu persatu dari
emas rakyatnya.

(Dikutip dari: "When We Have to Choice" / Kumpulan Sharing & Cerpen)
Berharap melalui alkisah di atas kita dapat merefleksi diri dalam
mencari pasangan hidup:
BAGI YANG SEDANG MENCARI PASANGAN (setengah hari untuk memilih)
MEMILIH memang boleh, tapi MANUSIA TIDAK ADA YG SEMPURNA, jangan lupa
emas-emas itu milik sang raja jadi hanya dia yang tahu menahu masalah
itu. Artinya setiap manusia milik Tuhan, jadi berdoalah untuk
berkomunikasi denganNYA tentang pasangan anda.

BAGI YANG TELAH MEMPEROLEH PASANGAN (setengah hari untuk merenungkan)
Mungkin pertama kali Anda mengenal, si dia nampak emas 24 karat.
Ternyata setelah bertahun-tahun kenal, si dia hanya berkadar 10 karat.
Diluar, memang KITA DIHADAPKAN DENGAN BANYAK PILIHAN, sama dengan
rakyat yang memilih emas tadi. Akan tetapi pada saat KITA SUDAH
MENDAPATKANNYA BELUM TENTU WAKTU KITA MELEPASKANNYA KITA MENDAPAT YG
LEBIH BAIK. Jadi jika dalam tahap ini Anda merasa telah mendapatkan
dia, hal yang terbaik dilakukan ialah menilai secara objective siapa
dia (karena itu KETERBUKAAN & KOMUNIKASI sangat penting dalam menjalin
hubungan) dan MENYELARASKAN HATI Anda bersamanya. Begitu Anda tahu
tentang HAL TERJELEK dalam dirinya sebelum Anda menikah itu lebih
baik. Dengan demikian Anda tidak merasa shock setelah menikah. Tinggal
BAGAIMANA ANDA MENERIMANYA. Anda mampu menerimanya atau tidak, Anda
mengusahakan perubahannya atau tidak. "CINTA SELALU BERJUANG" Jangan
anggap tidak pernah ada masalah dalam jalan cinta Anda. Justru jika
dalam tahap ini Anda tidak pernah mengalami masalah dengan pasangan
Anda (TIDAK PERNAH BERTENGKAR MUNGKIN) Anda malah harus berhati-hati,
karena ini adalah hubungan yg tidak sehat, berarti banyak
kepura-puraan yang ditampilkan dalam hubungan Anda. Yg terpenting
adalah NIAT BAIK DIANTARA PASANGAN, sehingga dengan KOMITMEN & CINTA,
SEGALA SESUATU SELALU ADA JALAN KELUARNYA. Meskipun dalam tahap ini
Anda masih punya waktu setengah hari lagi untuk memutuskan, artinya
Anda masih dapat berganti pilihan, akan tetapi PERTIMBANGKAN DENGAN
BAIK hal ini.

BAGI YANG TELAH MENIKAH (setengah hari untuk memutuskan)
Dalam tahap ini, siapa pun dia berarti Anda telah mengambil keputusan
untuk memilihnya. Jangan berpikir untuk mengambil keuntungan dari
pasangan Anda. Jika ini terjadi berarti Anda EGOIS, sama halnya dengan
orang kaya di atas. Dan dengan demikian Anda TIDAK PERNAH PUAS DENGAN
DIRI PASANGAN ANDA, maka tidak heran banyak terjadi perselingkuhan.
Anda tidak boleh merasa menyesal
dengan pilihan Anda sendiri. Jangan kuatir raja selalu memperhatikan
rakyatnya dan menambah kadar karat pada emasnya. Jadi percayalah kalau
Tuhan pasti akan memperhatikan Anda dan DIA YANG PALING BERKUASA
MENGUBAH SETIAP ORANG. Perceraian bukanlah solusi, sampai kapan kita
harus menikah lalu bercerai, menikah lagi & bercerai lagi?? Ingatlah
si dia adalah HADIAH, siapa pun dia terimalah dia karena sekali lagi
itulah pilihan Anda. Ingat ini adalah setengah hari terakhir yaitu
waktu untuk memutuskan, setelah itu Anda tidak boleh menukar atau
menyia-nyiakan emas Anda. Jadi peliharalah pasangan Anda sebagaimana
HADIAH TERINDAH YANG TELAH TUHAN BERIKAN. Dan apa pun yang terjadi
dengan pasangan Anda komunikasikanlah dengan Tuhan, KARENA DIA YANG
MEMILIKI HATI SETIAP MANUSIA…